Weekend Ke 3 – Vini Vidi Vici..yus? | Doraemon Opening Song

Image

Oke, jadi awalnya mau nulis ini:

Aku terbangun di hamparan padang pasir, hanya ada beberapa pohon seperti pohon palem di sekitarku. Yosei bodoh, aku meminta untuk meminta kembali beberapa bulan saja sebelum Rei menikah, tapi sepertinya ini masa sebelum masa Jepang bersatu . (¯―¯٥) .

“Hei kau tidak apa-apa?” Suara seseorang dan tepukan di punggungku. Di tengah gurun ini ada seseorang? Atau jangan-jangan jin timur tengah?

“Eh, iya. Aku hanya tersesat. Ngomong-ngomong ini dimana?” tanyaku pada seseorang yang menepukku tadi.

“Ini di selatan sungai nil” Nil! Itu artinya aku berratus bahkan ribuan kilometer dari Jepang! Yoseeiiiiiii!!!

Orang yang menyapaku tampak kebingungan melihat tingkahku yang sepertinya aneh baginya. Pakaiannya seperti dari jaman romawi dan sandal yang dia pakai hanya lilitan kulit pada kaki. Rambutnya pirang dan memiliki mata dengan warna abu-abu. “Siapa namamu? Sepertinya kau bukan orang sini, matamu hmm apa itu namanya.. Sipit seperti orang-orang di timur” tanyanya padaku.

“Yosep, namaku Yosep”. Aku sepertinya tidak boleh menggunakan nama Ken Iwase di sini. Kalau misalnya dia penulis sejarah, akan jadi masalah besar jika ada orang bernama jepang terdampar di mesir di masa lalu. “Ah aku, Gaius Julius Caesar”. Sepertinya aku terlalu lama terpampang sinar matahari, kepalaku pusing, dan aku bertemu Julius Caesar di selatan sungai nil. “Hei, bangun! Jangan pingsan di sini!” suara orang itu kemudian lama-lama samar.

Aku kembali terbangun setelah kejadian di gurun tadi. Kali ini di dalam sebuah tenda pandu. Aku benar-benar berada di jaman yang salah dan bertemu orang yang salah. Tapi, wajah Caesar seperti tidak sedang berperang, lebih seperti orang jatuh cinta. Yang kutahu juga Caesar begitu tegas dan kejam, tapi saat ini aku ditolong dan dirawat.

Terdengar suara dengusan unta, obrolan para prajurit dan para penduduk mesir di luar sana. Sepertinya kami sampai di sebuah kota besar. Rombongan pasukan romawi jadi bahan perhatian warga mesir. Begitu sampai di sebuah halaman semacam istana, tanduku diturunkan dan Caesar masuk ke dalam tandu. “Sebaiknya kau nanti menemaniku menemui Cleopatra. Aku tidak pandai dalam urusan dengan wanita.” Dalam hati aku menggumam “aku pun, urusanku dengan Rei saja belum beres :(” tapi tidak kuucapkan, nanti aku bisa mati disalib jika lancang kuucapkan.

Aku turun dari tandu dan mengiringi Caesar menuju sebuah balairung yang berwarna keemasan. Dengan cahaya dari berbagai sisinya, ruangan balairung ini jadi berkilau dan wanita di atas tahta itu pasti Cleopatra yang dimaksud tadi. Cleopatra seperti Halle Berry, dia memang cukup cantik dan punya tubuh yang ideal. Pantas saja Caesar tergila-gila kepadanya.

“Ah Caesar yang perkasa, terimakasih telah bersedia membantuku dalam perangku melawan saudaraku sendiri ini”
“Ratu Cleopatra yang cantik, penguasa sungai nil, adalah sebuah kehormatan bagiku dapat membalas budi Ratu dalam pencarian si pengkhianat Pompey”
“Itu tidak seberapa rajaku, ah aku belum ratu..belum hingga saudaraku Ptolemy binasa. Ah kemudian siapa ini yang kau bawa? Budakmu kah?”
“Aku tidak berniat memperbudaknya, badannya seperti tidak begitu kuat, tapi dia punya kaki yang bagus, mungkin seorang pelari yang handal. Baik untuk menjadi pengirim pesan. Ah iya, siapa namamu tadi?”
“Nama hamba Yosep”
“Aku pun sudah punya pengirim pesan yang terbaik, Semesonian, pakaiannya agak aneh, apa kau berasal dari sini?”
“Hamba dari..asia”
“Penasihatku bilang orang-orang dari timur, bijak tapi masih belum terlalu beradab.. Hahaha lihat saja pakaiannya.” Dan selama pertemuan itu kupingku panas dihina-dina dua orang penguasa ini hingga seorang pembawa pesan masuk.
“Baginda ratu, maafkan mengganggu, pasukan merah sudah bergerak menyusuri nil!”
“Caesar yang mulia, istirahatkan pasukanmu semalam di sini, subuh kita mulai serangan, bagaimana?”
“Terimakasih atas jamuannya, Ratu. Tapi pasukanku sudah siap, aku hanya perlu mengecek sekali lagi dan mempersiapkan persenjataannya”
“Baiklah, silahkan buka barak di barat kota, jangan segan-segan minta persediaan makanan dan air”
“Terimakasih, Ratu” Caesar pun segera berbalik keluar lalu berteriak pada pasukannya, “Vini, Vidi, Vici!” Pasukan Romawi pun menyambut dengan koor yang serempak. Caesar memberi penjelasan singkat mengenai apa yang terjadi dan strategi dalam bahasa yang sederhana. Pasukan senjata berbeda dengan para pelajar, biasanya mereka hanya tahu cara menggunakan senjata dan berburu sehingga penyampaian strategi menggunakan bahasa yang dimengerti oleh mereka. Baru mengenalnya sebentar, Caesar membuatku kagum karena memiliki kemampuan perang yang baik sebagai tentara juga sekaligus kaum terpelajar yang cerdas. Dia juga punya kharisma luar biasa, jika Rei mencintainya, aku mungkin tidak punya kesempatan.

“Yosep, tadi aku pinjam buku Sosiologi di tasmu. Isinya menarik. Aku pinjam dulu.” Ah, aku lupa, tadi aku terdampar di sini membawa tas berisi pelajaran hari ini.
“Ya, tidak apa-apa, Caesar”
“Kau tidurlah, pulihkan badanmu, besok kita akan berperang” Aku mengangguk dan memegangi perutku yang kelaparan.
“Ah, Caesar!” “Ya?” “Nanti jika menang, katakan saja perasaanmu pada Cleopatra, jangan sampai menyesal seperti aku..” “Kau! Aku sudah menikah dan..”
“Nanti jika menang saja, kalau kalah tidak usah” aku tersenyum, kapan lagi menggoda diktator Romawi. Ah! Apa yang aku lakukan? Aku bisa disaliiiiib.
“Aku tidak akan kalah Yosep!, vini vidi vici! Tapi, terimakasih, kau satu-satunya yang mendukungku dengannya padahal baru saja kita berkenalan” Ah, nyawaku terselamatkan. Caesar pun kemudian menghilang menuruni tangga bertemu dengan para kapten peleton.

“Kangen aku?” Suara yang sepertinya aku kenal.
“Yoseeeiiiiii! Heh! Salah jaman ini!!!l
“Tapi, seru kan ya? Hahahaha”
“Gundulmu! Bawa aku pulang! Tapi, aku ingin mengambil buku sosiologiku, bahaya jika tertinggal di sini”
“Maksudmu ini?” Yosei menunjukkan buku itu.
“Bagaimana cara..ah kau kan peri, hal-hal magic kyk gini pasti kau bisa..”
“Hehehe, oke kata-kata ajaibnya?”
“Chance!”

Seseorang berlari menaiki tangga tergesa-gesa. “Yosep, bagaimana kau tahu kalau aku suka cleo..Yosep, kau dimana?”
Caesar berdiri sendiri di teras di halaman istana Cleopatra mencari Yosep. Esoknya, seperti diceritakan dalam sejarah, ia memenangkan perang sungai nil dan menikahi Cleopatra. Walaupun dalam hukum romawi pernikahan tersebut tidak pernah diakui.

tapi gak jadi ah.. hahaha.. somehow it’s a basi story.. kalau misalnya rey bisa naik mesin waktu dan datang ke masa Julius Caesar, ketika dia bilang, “Vini Vidi Vici!”, Rey akan balas dengan: “Miapah? Ciyus? Enelan?” *ketombak prajurit romawi* :D..

2 pemikiran pada “Weekend Ke 3 – Vini Vidi Vici..yus? | Doraemon Opening Song

  1. Wkakkakakkakakaaaa …
    Arek iki jiaaannn imajinatif =)) Selalu terkejut setiap membaca hasil tantangan.
    Dan sepertinya, si Julius Caesar membutuhkan bantuanku untuk menombak hohohohohohoo

    Suka

  2. just imagine that you said those words… and the spear exactly come to you…XDD
    jenius!! walopun rada cape dg smua garis coret itu, but it’s fun to read it =)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s