Weekend ke 3,5 – Tiada Lagi Hadir Untukku | Maliq and The Essential – Beri Cinta Waktu

“Dikunci gak ya?”
“Sini aku coba”

Suara pintu besi yang sedikit lapuk terdengar berderit. Engselnya seperti sudah lama tidak dilapisi pelumas. Kemudian, angin laut dari selatan jogja menyeruak ke dalam ruangan. Yang perempuan, berponi kuda dan berkacamata, melewati pintu dan berjalan menikmati angin di atap gedung sekolah tua itu.

“Kesini, Rey”
“Iya, ini kembang api dan embernya ketinggalan”

Yang bernama Rey, mengikuti perempuan itu dan ikut menikmati angin sambil membenarkan capuchonnya.

“Masih seperti dulu ya, Fa”
“Iya, waktu gedung barat ini masih asrama, banyak yang menjemur seprei dan pakaiannya di sini”
“Di sini aku ketemu kamu, Fa”
“Kamu komite disiplin dan aku si bolos yang tukang tidur”
“Dulu buku pointmu sampai penuh dengan parafku”
“Sampai akhirnya, si Farah bandel diangkat jadi komite disiplin juga..”
“Pfft, biar gak dikeluarin dari sekolah, hahaha”

Angin musim kemarau, sedikit membawa pasir dari parangtritis dan wangi laut. Ujung jaket Farah berkelebat terkena angin. Ia menatap langit dalam-dalam, seperti merekam semua yang dilihatnya malam ini, seakan tidak akan menemuinya lagi.

“Hei, jangan melamun, Fa”
“Nah itu tuh! rasi bintang Capricorn! Rasi bintangnya kamu!”
“Yang mana?”
“Bintang yang dekat awan berbentuk jamur itu adalah patokannya, itu bagian dari tubuh ikannya”
“Kok ikan? Kan Capricorn? Bukannya kambing?”
“Ya gitu, Capricorn tuh ceritanya dewa kambing yang lagi sial, jadi setengah badan kambing, setengah lagi ikan”
“Tapi, yang berrasi bintang Capricorn tuh keren loh..”
“Sotoy, charming sih iya sih dikit, tapi keras kepalanya itu loh”.

Sebuah ketukan di kepala Farah begitu dia menyelesaikan kalimatnya.

Rey kemudian mengambil korek dari saku celananya dan menyalakan sebatang lilin.

“Oke, Farah! Lilin sudah dinyalakan, silahkan pergi, ambil uang yang banyak yaa”
“Hahaha sial!”

Rey baru menyadari ada sesuatu yang berkilauan di jari Farah. Sebuah cincin, semacam perak atau emas putih. Mengundang rasa ingin tahu.

“Cincin?”
“Iya”
“Dari pacar?”
“Tunangan, Rey”
“Resmi ya?”
“Hmm kalau boleh jujur sih tunangan-tunangan aja”
“Biar menjaga hati masing-masing?”
“Iya, terinspirasi dari kita dulu”

Percikan kembang api mulai menyala dan menjalar, melahap mesiu dan meninggalkan sedikit asap. Farah berlari ke sana ke mari sambil memutarkan kembang api di kedua tangannya.

“Rey! Lihat! Ini bacanya apa?”
Farah memainkan kembang api di tangan. Ia bermain dengan berkas cahaya kembang api, mencoba menulis sesuatu.

R-E-Y B-O-D-O-H

Rey cuma tersenyum kecut membacanya. Ia kemudian berdiri, berjalan mendekati Farah dan kemudian memeluknya dari belakang. “Terimakasih, kamu telah kembali. Kamu menepati janji.”
Kedua tangan Farah yang sebelumnya lincah memutarkan kembang api, lemas turun ke bawah. Kembang api perlahan redup dan kemudian benar-benar mati.

***

“Sudah, mbak?”
“Sudah, pak Pur. Terimakasih ya.. Mau mengizinkan aku naik ke atas dan mengabulkan permintaan anehku”
“Ya, bapak bisa apa, mbak.. Semoga mas Rey bisa tenang ya, mbak.. Kan kasihan kalau setiap ada penerimaan siswa baru, harus lihat pengulangan peristiwa bunuh diri itu.”
“… Ya sudah pak, itu aku sudah dijemput suamiku, daah”

Pak Pur mengantar Farah hingga ke dalam mobil putih yang menunggunya dari tadi. Begitu mobil beranjak, satpam sekolah ini menutup gerbang, dan kembali ke pos. Ia duduk, mengisi buku aktivitas jaga. Kemudian ada sebuah tepukan di pundak, ia berbalik. “Pak.. Aku gak mati bunuh diri, aku dibunuuh..”. Esoknya, Pak Pur mengajukan pengunduran diri.

Posted from WordPress for BlackBerry.

3 pemikiran pada “Weekend ke 3,5 – Tiada Lagi Hadir Untukku | Maliq and The Essential – Beri Cinta Waktu

  1. untung aku bacanya pagi-pagi =))
    Tiap membaca tulisanmu dan nemu nama Rey, yg kepikiran pertama kali Rey ini cewe apa cowo ya? *ditimpuk*
    Keren Nald! Ayo kirimen nang majalan 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s