Weekend ke 4 – Doki Doki | song: Fairytale – buzzG

“Bagaimana cara termudah mengatakan apa yang kamu rasakan?”
“Katakan saja”
“Bukankah suasana harus disetting? Penampilan harus dipermak? Kata-kata harus indah?”
“Benar”
“Aku ulangi lagi, bagaimana cara termudah mengatakan apa yang kamu rasakan?”

Akhir bulan ini tepat tahun pertama sejak aku menemukan “heart”. Sebuah perangkat yang dapat merasakan jatuh cinta. Perangkat ini membaca tanda-tanda vital ketika seseorang jatuh cinta serta dapat memindai hormon yang secara alami dilepaskan oleh orang yang sedang kasmaran. Banana, sebuah perusahaan perangkat keras bekerjasama denganku dan kemudian “heart” menjadi perangkat digital yang sangat laku di pasaran. Nama “heart” lalu diubah menjadi “iHeart”.

Orang-orang menemukan pasangan yang benar-benar mencintainya karena “iHeart” diciptakan dapat memisahkan perasaan cinta dan nafsu. Sejumlah kasus perceraian juga meningkat setelah beberapa orang menemukan pasangan yang dinikahinya tidak lagi mencintainya dengan bantuan “iHeart”. Sejumlah orangtua juga membekali anak gadisnya dengan “iHeart” agar anaknya tidak terjerumus dengan lelaki hidung belang.

Ketika proses pemilihan umum yang terakhir, tes “iHeart” disertakan untuk menyeleksi beberapa calon wakil rakyat. Hasilnya, 76 persen dari mereka tidak lolos, karena tidak ada rasa cinta mereka pada rakyat yang akan diwakilkan. Polemik pelarangan penggunaan “iHeart” mencuat, tapi rakyat lebih banyak yang mendukung dan menandai politikus yang kontra dengan “iHeart”.

Beberapa bulan berikutnya aku diundang untuk menerima nobel kemanusiaan atas penemuan “Heart”. “iHeart” dimanfaatkan oleh banyak orang, banyak lapisan. Orang kini lebih jujur dengan perasaannya. Tidak ada yang bisa ditutup-tutupi. Ini mungkin dunia yang sama-sama kita inginkan.

Lalu sampai ketika aku baru pulang dari penyerahan nobel. Ketika aku baru saja berbelok ke koridor menuju kamar, ada seorang anak perempuan di sana. Dia duduk memeluk lutut sambil mengenggam “iHeart Nano”. Ia kemudian menyadari kedatanganku. Setelah menyeka air mata, dia menuju ke arahku, melemparkan “iHeart Nano”-nya. “Gara-gara bapak! Gara-gara iHeart! Aku jadi tahu, aku tidak dicintai ayah, aku adopsi!” Anak gadis itu menghilang, meninggalkan aku dalam rasa bersalah. Apa kita lebih baik dibohongi?

Posted from WordPress for BlackBerry.

2 pemikiran pada “Weekend ke 4 – Doki Doki | song: Fairytale – buzzG

  1. Pertama baca sampe pertengah, reaksi yg muncul manggut2 paham & mengiyakan, dan lagi-lagi ditutup dengan “waaaahhhh” …
    Ayo Nald, nggawe buku 😀 Bener jare fretty critomu Keren!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s