Weekend ke 12 – | Song: Harry Potter Scores

“Heri! Bangun! Dasar pemalas!”

Suara tante Lisa membangunkan dari tidurku yang tidak nyaman. Tepatnya tidak pernah nyaman. Aku tinggal di bawah tangga, dengan lampu redup dan debu yang tidak pernah habis berterbangan. Apalagi jika si Bombom, sepupuku, dengan terkutuknya menuruni tangga memakai seluruh tenaganya. Debu-debu akan berjatuhan. Aku ambil sisi positifnya, aku bisa tidur dalam keadaan suci, karena tayamum dengan debu sebelum tidur.

“Sana cuci baju, cuci piring kotor dan sapu seluruh rumah!” Tante Lisa membentak dan menyuruhku dengan kejam. Tante Lisa bukan ibu tiriku tapi lebih buruk dari itu. Ia adalah istri kedua dari Paman Aceng. Paman Aceng adalah saudara tiri ayahku. Beliau pun tidak kalah kejamnya dari istrinya, dia..ups jadi ghibah. “Gak bae, Heri” kataku pada diriku sendiri.

Beberapa saat kemudian, Paman Aceng, Tante Lisa dan Bombom pergi. Mereka berwisata ke Garut, tanah kelahiran Paman Aceng. Aku ditinggal sendirian dan menyapu dengan syahdu. Tetiba ada suara bel berbunyi dan sepucuk surat datang. Isinya,

“To: Heri,

Lihat Email”

“…”

Ngerjain nih. Tapi karena penasaran aku tetap saja menyalakan modem yang aku pasang rahasia dengan mencuri jaringan telepon di rumah ini. Aku buka email, ada sebuah email baru. Isinya,

“To: Heri

Lihat DM”

“…”

Aku sangat yakin ini ngerjain namun aku jadi penasaran dan ingin melihat ujungnya. Aku login di twitter dan melihat DM yang masuk.

Sebuah DM baru, isinya,

“To: Heri

Lihat message FB”

“…”

Demi artis-artis JAV! Kalau gak inget ini laptop peninggalan ayah dan ibu, sudah aku banting karena kesal. Aku login FB, dan melihat notifikasi yang entah kapan ada. Aku klik, sebuah pesan yang menyebalkan lagi,

“To: Heri

Lihat BBM”

“…”

Jangan ketawa, ini beneran gak lucu dan juga menyeramkan. Yang mengirimkan pesan ini mungkin agen mossad Israel atau sejenis CIA. Soalnya dia tahu alamat e-mail, twitter hingga pin blackberry. Aku buka BB dan sebuah pesan dari contact yang tidak bergambar dan namanya hanya berupa angka. Isinya,

“To: Heri

Udah capek? Ya udah, lihat sms di hape nokia”

“…”

Semakin menakutkan saudara-saudara! Dia tahu nomor hape nokiaku! Aku cari hape nokia di bawah selimut. Malah menemukan hape siemens. Aku cari lagi dan berhasil menemukan hape nokia. Inboxnya berisi satu pesan masuk,

“To: Heri

Punten, salah kirim, gw kirimnya ke hape siemens”

“Prak!”

Hape nokia kubanting ke tembok. Saking kesalnya. Cuma hape nokia ini, gak papalah rusak. Aku ambil lagi hape siemens, di dalamnya ada beberapa sms yang masuk.

“1/4. To: Heri

Kami dari sekolah sihir, Binus Wizard School, mengucapkan selamat ulang tahun ke 18, di usia ini Heri bisa bikin KTP, bisa kawin, bisa bikin SIM”

“2/4. dan login ke beberapa situs internet. Selain itu, Heri juga kami terima sebagai murid kami. Murid baru Binus Wizard School dapat melakukan pendaftaran ulang”

“3/4. Pada hari kamis, malam jum’at, jangan lupa bawa ayam cemani, kembang tujuh rupa, dan .. Eh salah. Datang saja ke terminal caheum, nanti tanya mamangnya, tau da”

“4/4 Kasih aja goceng atau berapa gitu ntar mamang angkotnya nurunin kamu di depan sekolah kita. Kami berharap padamu..(some text missing)”

Hmmm. Jaman sekarang, orang mau nipu modusnya macem-macem yak.

*cring*

Suara sms masuk lagi.

“..ini beneran loh. Ciyus.”

Selesai aku membaca sms itu, angin besar bertiup ke dalam rumah. Jendela terbuka. Tirai dan gorden bergoyang ke dalam. Dedaunan dari luar masuk ke dalam. Sial, menambah kerjaan untuk disapu.

***

Esok harinya, aku berangkat ke terminal cicaheum, tentu saja tanpa sepengetahuan Tante Lisa dan keluarga. Hanya saja biar gak durhaka sebelum berangkat tadi salim dulu ke Tante dan Paman Aceng.

Terminal Caheum sangat ramai. Aku pun segera mencari mamang angkot yang terpilih. Aku lihat-lihat stiker angkot. Ada “Doa Ibu”, “Tuah Sakato”, “An 3 dis”, “Bojes”, “Nowah Band”, dan..itu dia..sepertinya.. angkot terpilih. Stikernya saja “The Cosen Wan”.

Sebelum naik aku bertanya pada mamangnya, “Mang, Binus Mang?” Dia tampak mengernyitkan dahinya sebentar dan kemudian menjawab, “Oh ya, lewat sana”. Syukurlah dan aku segera duduk paling belakang. Beberapa saat setelah aku masuk datang anak muda lain naik dan membawa tas ransel yang penuh. Seorang gadis membawa burung beonya. Satunya lagi membawa iguana. Lalu yang terakhir datang membawa ular sanca. Belakangan si anak yang bawa ular sanca disuruh turun dan naik angkot lain.

Ketika sudah cukup penuh, angkot bergerak perlahan. Anehnya supir angkot kemudian digantikan temannya. Bagaimana ini?! Apa supir yang baru ini tahu dimana Binus Wizard School? Aku ingin keluar tapi angkot sudah penuh sesak dan posisiku ada di kursi paling belakang. Aku..aaargh!

Tanpa aku sadari, angkot melaju dalam sebuah lorong putih dan bergerak sangat cepat. Beberapa orang aku lihat lalu lalang, ada deddy mizwar, ada Nobita, dan banyak deh. “Pasang sabuk pengaman!” Kata mamang supir. Kita panik! Ya iyalah ini kan angkot! Mana ada sabuk pengamannya???

Angkot seperti menabrak sesuatu dan aku terlempar ke depan. Aku kemudian pingsan.

Ketika kubuka mata, aku terbangun di sebuah kuil semacam kuil-kuil di serial Hercules atau Xena. Sebuah tepukan di pundak dan aku melihat ke belakang.

“Anakku, akhirnya kamu sampai ke sini”

“Lah, siapa ya?”

“Aku ayahmu, Zeus”

“Ciyus?”

“Enelan! Lihat saja tanda petir di dahimu”

“Oh ini!”

“Siapa namamu?”

“Heri”

“Heri?”

“Iya, Heri!”

“Anakku gak ada yang namanya katrok gitu, maaf ya typo”

“…”

Ternyata cuma orang gila. Aku lalu tersadar telah sampai di sebuah tempat. Aku coba check-in dulu, tempat ini namanya.. Ci..civorang?

Di langit ada beberapa naga terbang membentuk formasi V. Di sekitarku orang menebang pohon menggunakan gergaji yang memotong sendiri. Kereeen. Ini beneran dunia sihir.

***

“Bagaimana keadaannya, dok?”

“Ibu Lisa, mohon maaf tapi kemungkinan keponakan anda untuk sadar dari komanya sangat kecil. Maaf, saya pamit”

“Dok..”

“Mamah! Kak Heri, kok tidur terus? Apa karena BomBom bacain cerita Harpot?”

“Gak, bom.. Kita doain aja ya biar Kak Heri cepat bangun”

“Aaamiiin, kak Heri cepat bangun ya.. Kita main lagi.”

terinspirasi dari ini:

Image

10 pemikiran pada “Weekend ke 12 – | Song: Harry Potter Scores

  1. hahahahaha….. gila bener dah ni cerita… obat streeesss…

    baca yang rantai pesan jadi inget si Dian.. senengannya gtu.. sms , dm twitter ama mensyen… 😀

    Suka

  2. *hening*
    *lalu terbahak*
    sumpah yah… pak aceng ngeksis di garut XD. dan well…. dpt pesan berantai gitu mang nista abis… hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s