Di belakang Pria Super – Ceritera Juli #3 Doa

“Katakan apa yang jadi sumber kekuatanmu?”

“Sekali lagi aku bilang, ‘seorang pesulap tidak bisa dan tidak boleh membocorkan triknya'”

“Dasar keras kepala”

Orang-orang bertopeng itu kembali menghajarku.

***

Ini adalah hari ke 5 aku ditahan di ruang interogasi ini. Sudah banyak siksaan dan aku untung saja masih dapat mempertahankan kesadaranku. Aku sebenarnya adalah manusia super yang mendapatkan kekuatan ajaib ini beberapa bulan yang lalu. Sejak saat itu, aku memanfaatkan kekuatan ini untuk memberantas kejahatan dan menolong banyak orang serta negara yang membutuhkan bantuan kekuatanku. Lalu, aku akhirnya berhadapan dengan mereka, kelompok teroris internasional yang ternyata dalang berbagai peristiwa teror di beberapa tempat. Mereka akhirnya berhasil menangkapku ketika aku sedang lengah dan menjeratku dengan perangkap dari baja tebal.

Pukulan dan tendangan mereka memang tepat mendarat ke tubuhku. Luka lebam dan lecet mewarnai kulitku. Tapi, anehnya aku tidak merasakan sakit apapun. Beberapa saat yang lalu jari-jari tanganku mereka patahkan dan saat ini aku sudah bisa merasakan kembali jari ini dan patah tulangnya telah sembuh.

“Bos!”

Seseorang dengan cerutu besar di mulut memasuki ruangan. Pemimpin mereka.

“Bagaimana? Apakah dia sudah mengaku?”

“Tidak bos. Dia masih saja tidak mengaku. Kekuatan penyembuhan dirinya sangat cepat. Kami sudah mengambil sampel darahnya tapi tidak ada hal yang berbeda dengan darah manusia biasa.”

“Kesini kau”

Si topeng yang banyak bicara itu diperintah mendekati bosnya. Bos itu kemudian menjambak rambutnya dan menghempaskan kepala Si topeng hingga ke lantai.

“Dasar tidak berguna”

“Bos.. uugh”

Si pemimpin kejam ini memperhatikanku dari dekat. Dia mencoba membaca pikiranku dengan menatap dalam ke mataku. Dia mengamati bentuk tubuhku dan mencermati kostumku.

“Kalian sudah memeriksa pakaiannya?”

“Sudah bos, tidak ada yang aneh. Hanya pakaian dari katun biasa dan bahan spandex biasa. Tidak ada yang bisa meningkatkan kekuatannya”

Aku mulai merasakan hal itu lagi. Tiba-tiba aku merasakan kekuatanku terisi kembali. Kira-kira 60% dan terus meningkat.

“Kenapa kau tersenyum?”

Si bos mulai terancam dengan senyumanku dan memukulku dengan jab kiri yang sangat berat dan tepat mengenai pelipis dahiku.

“Sesaat lagi kalian akan merasakan balasannya. Berhitung saja dari 10.”

“Bagaimana kau bisa sekuat ini? Aku ingin kekuatanmu agar aku bisa menguasai dunia!”

“8”

“Apa kau mengkonsumsi seuatu? Katakan hei Bangs*t!”

Si Bos tampak mulai panik dan menghantamku dengan apa yang bisa dia raih. Tapi, regenerasi kekuatanku lebih cepat dari sebelumnya. 79% dan terus bertambah.

“Katakan!!! Aaargh!!”

Si Bos tiba-tiba berubah menjadi babi rusa raksasa berbadan manusia dan berotot besar. Dia menyerudukku, memukuli, tapi senyumanku bertambah lebar. Kekuatan ini sudah 97% kembali.

“1”

***

“Halo, iya mah?”

“Kamu kapan pulang? Sudah selesai dinas?”

“Iya mah, sebentar lagi aku pulang. Ini aku sedang memanaskan truk dan bersiap pulang.”

“Baguslah, jangan lupa oleh-olehnya ya, nak”

“Siap, 86”

Kelompok teroris yang cukup menyita waktu. Untung saja kekuatanku cepat kembali tepat pada waktunya. Mereka berhasil kuringkus dan kukirimkan ke kepolisian setempat.

“Eh iya, mah. Sedang apa?”

“Barusan selesai dari tempat ibadah. Mama khawatir dan baru saja berdoa untukmu. Cepat pulang ya”

“Iya mah, aku segera pulang. Kangen! Hehehe”

Itulah. Jika kukatakan apa rahasia kekuatanku, mereka tidak akan pernah percaya. Saatnya.. Pulang.

6 pemikiran pada “Di belakang Pria Super – Ceritera Juli #3 Doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s