Di Balik Papan Tombol – Ceritera Juli #7 Pohon Cerita

“Selamat datang di pohon cerita. Setiap malam, kami menggantungkan mimpi-mimpi yang menarik di tiap batangnya. Ini pohon cerita milikmu.” Kakek bertanduk rusa itu mengangkat lenteranya, dan di depan mataku terpampang pemandangan yang menakjubkan.

Aku dapat melihat tokoh-tokoh dalam ceritaku. Ada kakak beradik yang memotret bersama seperti dalam cerita terakhirku. Kemudian, ada seorang wanita sedang menulis di laptop lalu mengelus rambut suaminya.

“Apa aku bisa masuk ke dalamnya, kek?”

“Bisa, pohon cerita ini sepenuhnya milikmu. Kamu bisa berbuat apa saja di dalamnya.”

Aku masuk ke dalam gelembung itu. Menyelamatkan si Kakak sebelum dia menggantungkan dirinya. Membantu si Istri menuliskan cerita sambil mengobrol dengan suaminya. Lalu, aku penasaran akan satu hal.

“Kek, apa ada pohon cerita orang lain di alam ini?”

“Kamu mau ke pohon cerita milik siapa?”

Aku tersenyum.

***

Ini dia. Pohon cerita milik penulis kesukaanku. Namanya tertulis di bawah pohon. Dame Agatha Mary Clarissa Christie. Seperti dugaanku, pohonnya sangat besar. Rimbun dengan berbagai cerita.

“Apabila pemilik pohon cerita ini telah meninggal. Ia hanya meninggalkan nama. Tapi, lihat semua cerita tetap berlangsung. Apabila kamu menulis, ceritamu akan abadi.”

“Dirinya pun akan abadi, Kek”

Aku senang sekali. Poirot terlihat seperti yang aku bayangkan. Ia sedang kebingungan memecahkan kasus ‘Gajah selalu ingat’. Aku gemas ingin membantu dan memberitahunya siapa pelakunya tapi aku pasti akan dipukul dengan tongkatnya. Aku juga sangat kegirangan melihat Miss Marple.

Kakek itu menawarkan ke sebuah pohon cerita lainnya. Aku mengikuti.

***

Pohon cerita berikutnya milik William Shakespeare. Kisah Romeo dan Juliet yang terkenal itu. Aku terpukau menyaksikan cerita dari awal hingga saat Romeo mati dan Juliet berteriak kehilangan sang kekasih. Aku dapat merasakan senyumku sangat lebar seakan dari ujung telinga kiri ke ujung telinga kanan.

Malam itu aku menikmati kesempatanku berkeliling pohon cerita. Masashi Kishimoto, Oda Eichiro, bahkan penulis lokal seperti Buya Hamka sudah aku datangi pohon ceritanya. Aku pun duduk tenang memperhatikan pohon cerita milik Seno Gumira Ajidarma.

“Nah, aku ingin bertanya kepadamu.”

“Iya, Kek. Kakek ingin bertanya seperti apa?”

“Ingin seperti apa tulisan di bawah pohon cerita milikmu?”

Tiba-tiba kami sudah berada di hadapan pohon cerita milikku.

“Maksud Kakek? Sebentar lagi aku akan mati?”

“Tidak masalah kan? Dirimu akan abadi di hati pembacamu.”

Aku terdiam. Para tokoh dalam ceritaku berhenti melakukan lakon dan menatap ke arah aku dan Kakek.

“Kenapa aku bisa mati?”

“Kamu tertidur di depan laptop dan puntung rokok di asbakmu terjatuh di tumpukan kertas. Lalu terjadi kebakaran hebat dan kau tidak bisa melarikan diri.”

Perempuan hujan, salah satu tokoh ceritaku tampak sangat sedih dan menggelengkan kepala. Bibirnya bergerak seperti sedang berbicara tapi aku tidak bisa mendengarnya.

“Tidak kakek. Aku belum siap untuk mati. Pohon ceritaku masih sebesar ini. Dunia belum tahu semua ceritaku. Aku masih punya banyak cerita untuk dibagikan. Mimpiku masih belum bisa kuungkapkan semua.”

“Baiklah.”

Si Kakek merogoh sesuatu di dalam rompinya. Sambil tersenyum dia mengeluarkan sepucuk pistol lalu mengacungkan ke arahku. Ia menarik pelatuk.

*Dor!*

***

Aku terbangun berkeringat dan kaget. Yang kualami barusan ternyata hanya mimpi. Tapi, aku mencium sesuatu, sesuatu yang seperti bau mesiu terbakar. Tiba-tiba aku merasakan panas di dekat kakiku. Tumpukan kertas bekas terbakar puntung rokok persis seperti kata Kakek. Aku bergegas mengambil teko air teh dan segera menyiramkan isinya ke api yang sudah cukup membesar. Aku menghela nafas lega lalu tersenyum.

“Pohon cerita ya..”

Aku berbalik menatap layar laptop. Aku melanjutkan menumbuhkan pohon ceritaku. Mau berapa prompt? 3? 50? 100? Semangat!

Satu pemikiran pada “Di Balik Papan Tombol – Ceritera Juli #7 Pohon Cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s