Weekend ke 7 – Mimpi | Song: Maroon 5 – Daylight

“Pak! Tolong ke Bandara segera!”
“Tol dalam kota atau jalan biasa, pak?”
“Nanti saya beri tahu! Ini darurat pak!”

Tata bodoh. Seenaknya saja pergi dan meninggalkan surat ketika aku tertidur.

Adit, jika kamu baca surat ini mungkin Tata sudah dalam perjalanan ke Wina. Tata gak sanggup membangunkanmu. Kamu tidur pulas, Tata jadi gak tega. (Noda karena air mata)

“Lewat kanan, pak. Di depan biasanya macet!”

Tata sayang Adit. Tapi, Tata punya mimpi yang Tata pengen wujudkan sejak dulu. Menjadi konduktor wanita pertama Indonesia. Tapi, Tata sayaaaaang banget sama Adit. Ciyus :(. (Noda air mata lagi)

Aku juga punya mimpi, Ta. Jalani hidup sama kamu. Enelan. “Eeeh, Pak! Potong kanan! Lewat gang itu aja!”

Sejak tengah malam,Tata hanya bisa memandangi kamu yang tertidur. (Noda air mata lainnya). Bulu matamu ternyata lentik, Dit. Terus yang Tata suka, hidungmu yang mancung. Bisa memperbaiki keturunan di keluargaku. Hehehe.

“Kita ambil kiri aja terus ya, pak!”. “Siap, mas! Kebetulan saya dari dulu pengen nyetir kayak gini, kayak yang di tipi2, mas!” Aku hanya menatap dengan pandangan ‘iya-deh-apa-aja-yang-penting-cepet’ dan benar saja, supir taksi ini beneran ngebut di jalanan dalam kota.

Bibirmu yang selalu buat Tata gemas. Jari-jarimu yang akhir-akhir ini terluka karena latihan bermain bass. Tata suka semua yang ada di diri Adit. Cuek tapi perhatian dan tegas. Adit juga bisa melindungi, nyuapin Tata kalau sakit, tapi Adit, ciyusly, email dari Wina Art University ini cuma sekali seumur hidup kan?. Maafkan Tata egois, tapi sekali ini aja. Eh, hmm, udah beberapa kali ya?

“Pak! Awas ada razia depan gerbang bandara!”. “Tenang, mas. Kita terobos aja!” “Apa? Jangaaaan!”

Tata pengen bilang sama Adit tentang email itu. Tapi, Tata gak pengen lihat Adit sedih.. (Noda air mata yang banyak di bagian ini)

Taksi kami berhasil dikejar petugas razia. “Mas, tinggal sedikit lagi, gak ada barang yang di bagasi kan? Lari aja. Biar bapak yang mengurusi para polisi ini.” “Pak…” “Buruan! Kejar mimpimu, Mas!”

Saat pagi datang, Tata harus pergi.. Adit jaga diri baik-baik ya.. Adit boleh cari pacar lagi kalau kecewa sama tindakan Tata yang ini, tapi.. Tata gak akan relaaa! 😡 Enelan! Soalnya Tata sayaaaang bangeeeet sama Adit

“Tolong paspor dan boarding passnya, ibu Tata.” “Eh, sebentar Tata cari dulu, tadi ada di sini” “Nih, paspornya. Ketinggalan di kamar mandi” “Adit!” “Kalau mau mengejar mimpi tuh paspornya di bawa! Sweater di bawa kan?” “Bawa! Ini pak paspor dan boarding pass-nya, Adit naik apa ke sini?” “Ceritanya panjang, mau dengar?”

Hari itu Tata pergi mengejar mimpinya. Pesawat jumbo jet itu menghilang dalam gelimangan cahaya matahari dan gugusan awan. Eh, masih ada tulisan di lipatan surat Tata.

Aku pergi cuma sebentar, dua hari di Wina buat pendaftaran aja. Love, Tata

Aku pun merasa bersalah kepada bapak supir taksi.

Posted from WordPress for BlackBerry.

7 pemikiran pada “Weekend ke 7 – Mimpi | Song: Maroon 5 – Daylight

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s